Just another WordPress.com weblog

Doping Dalam Dunia Olahraga


SAY NO TO DOPING

Pendahuluan

Olahraga merupakan sebuah nama yang mempunyai ruang lingkup yang sangat luas dan bersifat global, baik dari segi jenisnya, pelaku/atletnya, organisasi/lembaganya, peminat/penggemarnya, dan lain sebagainya. Oleh karena itulah, dalam tubuh olahraga itu sendiri tentunya banyak terdapat pro-kontra yang selalu terjadi. Berbagai permasalahan pun telah mewarnai sepanjang sejarah dunia olahraga hingga saat ini. Salah satu yang menjadi permasalahannya adalah tentang tuntutan akan keadilan. Tuntutan akan keadilan dari berbagai pihak baik dari pelaku olahraga maupun secara keseluruhan dari semua pihak yang bergelut dalam dunia olahraga masih menjadi satu permasalahan yang belum bisa teratasi secara tuntas hingga saat ini. Salah satu aspek yang menjadi penyebab timbulnya permasalahan ketidakadilan tersebut adalah banyaknya pelanggaran yang terjadi di dalam dunia olahraga, salah satunya adalah pelanggaran doping.

Dalam tulisan ini, penulis mengacu dari beberapa sumber yang diambil baik melalui buku-buku maupun media elektronik yaitu internet yang pembahasannya masih berhubungan serta dapat mendukung tema yang di ambil, yaitu masih seputar tentang doping.

Tulisan ini akan membahas seputar tentang doping, mulai dari latar belakang timbulnya doping itu sendiri, faktor yang menyebabkan penggunaan doping, akibat yang ditimbulkan karena penggunaan doping yang dilihat dari segi sosial, ekonomi, budaya, sampai organisasi/lembaga olahraga yang terlibat di dalamnya, serta juga pengaruhnya terhadap kesehatan yang ditimbulkan akibat penggunaan doping tersebut terhadap penggunanya.

Isi Kajian

Pada umumnya, di dalam dunia olahraga yang seharusnya terjadi adalah persaingan sehat dengan menerapkan sikap fairplay tanpa ada unsur kecurangan sedikitpun dalam bentuk apapun antar pelaku/atlet olahraga diberbagai jenis olahraga, serta di sana mereka juga diberikan kebebasan untuk menunjukkan kemampuan, kelihaian, dan keunggulan mereka masing-masing dalam berkompetisi dengan para pesaing mereka. Sehingga, jika hal tersebut dapat diterapkan dengan baik, maka akan ada suguhan yang sangat menarik untuk diminati masyarakat pada umumnya dan untuk para penggemar olahraga sendiri pada khususnya, tentunya tanpa menodai dengan hal-hal lain yang dapat merusak nama olahraga itu sendiri.

Namun, pada perkembangannya sendiri dari masa ke masa, yang mana olahraga juga dianggap dapat dijadikan sebagai salah satu alat untuk dapat mendatangkan keuntungan yang besar, maka segala cara pun dilakukan demi mencapai apa yang diinginkan tersebut meskipun dengan cara yang menyimpang dari ketentuan yang telah berlaku, tanpa memikirkan hal-hal lain sebagai dampak yang dapat ditimbulkan serta dapat berpengaruh buruk juga terhadap nama baik olahraga secara keseluruhan. Salah satu cara menyimpang yang digunakan dalam persaingan/kompetisi dalam olahraga dengan tujuan untuk mendapatkan apa yang diinginkan tersebut adalah dengan doping. Pengertian doping sendiri telah tercantum dalam bab 1 undang-undang nomor 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional mengenai ketentuan umum yang menjelaskan bahwa “doping adalah penggunaan zat dan/atau metode terlarang untuk meningkatkan prestasi olahraga.”

Ada beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya penggunaan doping dalam dunia olahraga. Namun pada sejarahnya, seorang atlet dalam menggunakan doping pada umumnya diawali dari aspek alamiah para individu atlet maupun pelatihnya sendiri. Artinya, secara alami/naluri setiap manusia, siapapun, kapanpun, dan di manapun, termasuk para pelaku olahraga (atlet dan pelatih) berpotensi untuk melakukan pelanggaran, ditambah lagi apabila lingkungan memberi kesempatan dan peluang bagi mereka untuk melakukan pelanggaran tersebut.

Salah satu unsur lain yang sangat dominan sebagai penyebab timbulnya penggunaan doping dalam dunia olahraga adalah berlakunya situasi kompetitif antar pelaku olahraga tersebut. Oleh karena itulah, karena adanya rasa ingin menjadi yang terbaik dengan berusaha semaksimal mungkin untuk menghindar dari kekalahan antara masing-masing atlet olahraga tersebut, potensi pelanggaran dalam olahraga juga akan semakin besar. Sedangkan, dalam negara kita sendiri khususnya yang sudah berbasis asas demokrasi, kalah-menang adalah merupakan suatu hal yang wajar dalam berkompetisi (Haryanto, 2006).

Selain itu, dalam penggunaan doping juga dapat menimbulkan akibat yang buruk dari berbagai aspek. Dari aspek sosial, secara individu akan merugikan penggunanya karena ia akan mempunyai nama yang buruk di mata masyarakat pada umumnya. Sedangkan akibat yang lebih luas lagi akan merusak nama baik lembaga/organisasi bahkan negaranya sendiri di mata dunia. Dari segi ekonomi, secara otomatis juga akan berpengaruh besar akibat pelanggaran yang telah ia lakukan. Karena, mungkin saja konsekuensi yang ia terima akan mematikan kariernya di dunia olahraga. Dari segi budaya, jika dilihat dari satu sisi akan merusak nama baik atlet dan negaranya sendiri. Namun, jika dilihat lebih luas lagi juga akan merusak dan mencoreng nama baik dunia olahraga secara keseluruhan yang sebenarnya kata fairplay telah menjadi prinsip dasar dalam dunia olahraga. Sedangkan jika dilihat dari segi organisasi/lembaga, selain nama baiknya bisa tercoreng, kemungkinan terburuk lain yang dapat ditimbulkan akibat pelanggaran yang telah dilakukan adalah penghapusan lembaga/organisasi yang bersangkutan dari kompetisi dalam jangka waktu tertentu atau bahkan selamanya.

Selain itu, akibat lain yang dapat ditimbulkan dari penggunaan doping tersebut terhadap penggunanya adalah pengaruh buruk terhadap kesehatan. Dalam penggunaan doping, obat-obatan yang digunakan untuk dikonsumsi adalah obat-obatan yang banyak mengandung zat-zat yang dapat membahayakan tubuh. Pengaruhnya terhadap tubuh sendiri bervariasi, ada yang berpengaruh dalam jangka waktu pendek dan ada pula yang berpengaruh dalam jangka waktu panjang. Namun, kedua hal tersebut sama-sama akan mempunyai pengaruh yang sangat buruk dan berbahaya bagi tubuh jika sudah tiba waktunya nanti.

Jika kita melihat dari beberapa akibat yang dapat ditimbulkan dari penggunaan doping tersebut di atas baik dari segi sosial, ekonomi, budaya, hingga sampai organisasi/lembaga olahraga yang terlibat di dalamnya, maka tentunya kita khususnya para pelaku olahraga akan berpikir berulang-ulang kali lagi jika suatu saat kita terlibat dalam kondisi tertentu yang memungkinkan kita untuk menggunakan doping. Mungkin jika dilihat dari di satu sisi ada keuntungan dalam menggunakan doping yaitu meningkatnya prestasi, namun hal tersebut masih sangat kecil sekali jika dibandingkan dengan akibat yang begitu sangat besar yang akan ditimbulkan dan dapat menimpa kita serta sekeliling kita nanti, termasuk dalam dunia olahraga pada umumnya.

Kesimpulan

Pelanggaran doping melalui berbagai faktor dalam dunia olahraga memang mempunyai peluang yang sangat besar. Meskipun telah dilakukan usaha yang sangat keras untuk mencegahnya, hambatan struktural dalam pelanggaran ini mungkin bisa diminimalisir mulai dari peningkatan pengawasan hingga pengadaan fasilitas yang mendukung. Namun, kedua usaha tersebut mungkin tidak akan optimal tanpa dibarengi dengan upaya kesadaran dari masing-masing atlet, pelatih atau mungkin pihak lain baik yang mempunyai peran bertugas di lapangan maupun di luar lapangan dalam menerapkan sikap fairplay.

Selain itu juga, tidak semua para pelaku olahraga memahami atau bahkan bisa menanamkan sikap fairplay di dalam dirinya. Sikap dan rasa fairplay ini adalah salah satu unsur penting yang harus dimiliki serta tertanam dalam diri pelaku olahraga dalam dunia olahraga. Karena, hal ini juga merupakan salah usaha untuk meminimalisir atau bahkan bisa menghindari pelanggaran atlet dalam penyalahgunaan doping. Selain itu perlu juga adanya usaha penanaman sikap fairplay dan pembekalan pengetahuan tentang doping terhadap masyarakat khususnya bagi mereka yang akan berkecimpung di dalam dunia olahraga yang diberikan sedini mungkin.

Daftar Pustaka

Haryanto, Bambang, (2006). Budaya Jawa dan Kekerasan Sepak Bola. Kompas, Selasa 4 April 2006.

Hendratno, (2008). Penggunaan Doping Dikalangan Olahragawan. FIK UNY

Mutohir, Toho Cholik, (2008). Perang Melawan Doping dalam Olahraga. Rabu, 6 Agustus 2008 | 01:14 WIB

Darmanto, Priyo. 2003. Pola Hidup Sehat dan Ilmu Kesehatan. Bandung: Arkola

Wohangara, B Retang, (2008). Metafora Kekerasan dalam Berita Olahraga. Kompas, Kamis, 26 Juni 2008 | 12:48 WI

4 responses

  1. angga priwicaksono

    mas kalo cari atlet yg pernah menggunakan dopping lewat internet carinya di alamay website apa ?

    Agustus 19, 2010 pukul 9:36 am

  2. clarinsa meirika susanto

    trs contohnya siapa saja atlet yang menggunakan doping?

    Agustus 27, 2010 pukul 7:32 am

    • jawabnya ntar sja y soalnya ada bbrpa kls yg blm ngmpulkan tgs tsb.

      Agustus 31, 2010 pukul 12:43 am

  3. doing adalh suntikan atu pil untuk membesarkan otot

    andre

    Oktober 6, 2011 pukul 7:36 am

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.